Senin, 29 Oktober 2012
* Tembang Kertas *
* SEMOGA *
saat 1000 kali senja muncul di hadapan bola mata kita,
bahkan saat cahaya sudah
kabur di ujung penglihatanku
bersama perubahan warna
rambutmu rambutku, aku ingin dihatiku - hatimu masih dengan getar rasa yang sama,
seperti hari kemarin dulu,kemarin ,dan hari ini...
* NANTI *
Nanti,
Ketika, mata ini tak sempurna lagi membaca,
ketika, bibir tak lagi lincah mengurai kata
ketika jemari tak mampu lagi mencairkan tinta di ujung pena
ketika, ingatan ini tak lagi mengenalmu.. biar ku raba
Letak hati ini, ada nama, ada cinta, ada setia di ujung angka sembilanpuluhlima
Nanti, sampai nanti, lihat saja nanti
Atas izin-NYA mari kita nanti..
Jumat, 12 Oktober 2012
“Bu Broto,, Losmen Bu Broto” by. Linda Djalil
Brotoseno, dan…
Angelina Sondakh
Posted by Linda Djalil on
December 29, 2011
Siapa ‘orang-orang jadul’ yang
tak kenal Bu Broto si jangkung
bersanggul berkebaya Jawa
rapi langsing cantik yang
sehari-hari mengelola losmen?
Ya, Losmen Bu Broto adalah
cerita serial di TVRI tahun ’80
an yang setiap Rabu malam
jam 9.30 dinanti-nanti pemirsa.
Petani-petani di desa pun tak
kalah sibuk bila Losmen Bu
Broto sudah akan muncul di
televisi. Mereka berkumpul di
halaman rumah lurah, dengan
bekal teh kopi dan ubi rebus,
bersama-sama menikmati
hiburan dari layar kaca ini.
Bu Broto (baca: Mieke Wijaya)
ditampilkan sebagai
perempuan bijak. Suaminya,
Pak Broto (diperankan oleh
Mang Udel yang kini sudah
almarhum), adalah pensiunan
pengangguran yang semula
menderita post power
syndrome dan kerjanya hanya
ngopi sembari memetik alat
musik ukelelenya saja. Bu
Broto yang penyabar dan
tukang dandan itu sangat
cerdik menyikapi suasana hati
sang suami. Ia juga pandai
mengendalikan anak-anaknya,
si Tarjo (Mathias Muchus
masih muda banget lho waktu
itu..hihihihi..!), Dewi Yul yang
menjadi jeng Sri si janda
muda, dan mbak Pur si
perawan tua yang diperankan
oleh Ida Leman. Pokoknya,
semua kompak bekerja
mengelola losmen yang
adanya (seolah-olah) di
Jogjakarta itu. Para pemain
masih muda, segar, ganteng,
cantik. Dan kehebatan
berakting mereka serta
tampilan keren raut wajah
sampai hari ini masih bersisa
deh!
Karena pemirsa TVRI begitu
terpesona pada kisah Losmen
Bu Broto ini, maka banyak
orang yang kebetulan sedang
ke Jogja begitu ngotot
mencari, mengudak-udak
letak Losmen Bu Broto di
sebelah mana. Hahahaaaa…..,
lha losmennya direkayasa di
studio TVRI kok, jeh!
Di balik semua itu, saya ingat
betul, banyak suami yang
‘menyentil’ para ibu, eh.. istri
mereka, “Tuuuh lihat dong Bu
Broto, penyabar, ulet, jujur,
cantik wajah cantik hatinya.
Tirulah..” . Memang,
tampaknya Tatik Malyati si
penulis cerita serial ini
sengaja menyuguhkan sosok
istri yang bijak, tabah, dan
terukur dalam tutur katanya.
Terus terang saja, saya rindu
pada suguhan cerita Bu Broto
yang dulu itu. Apa masih bisa
disiarkan ulang ya?
Lalu, tiba-tiba di twitter,
facebook, SMS, yang zaman
munculnya Bu Broto yang
bijak belum terbayang ada
benda-benda dan alat
komunikasi itu, ramai sekali
orang menyebut, “Mau ada Bu
Broto ya sekarang?” Lha?
semula saya berpikir apa
maksudnya? Seiring dengan
komentar yang berlapis-lapis
dan seru itu, barulah saya
mudeng, ternyata ini menjurus
pada kisah asmara yang betul-
betul gress dan aktual ;
Angelina Sondakh yang
menjalin cinta dengan
Brotoseno sang polisi!
Brotoseno, yang semula hanya
diraba publik lewat topinya
yang menutupi jidat dan mata
itu, akhirnya muncul
gamblang dengan senyum
mengembang. Waduh, keren
euuuy..! Jadi bintang pilem
mungkin layak juga lho…
hehehe! Konon kabarnya dia
adalah seorang duda dari
seorang dokter cantik lulusan
Universitas Indonesia. Kalau
melihat Brotoseno bersanding
dengan janda Adjie Massaid
yang wafat belum setahun itu,
ya cocok laa, yang satu keren
satu lagi cuantik. Taelaaaah…!
Toh perempuan anggota
Komisi X DPR itu jelas-jelas
berkata (kata dia, itu menurut
bapaknya, Luki Sondakh
mantan Rektor Universitas
Sam Ratulangi), urusan
keyakinan dan asrama .. eh
asmara, adalah urusan privasi.
Oke, ok, setujuuuu…! Ape lu
kate, kalau kata orang
Betawi. Semua memang sah-
sah saja. Urusan etiket
memang sangat subyektif,
namun urusan etika adalah
ikhtiar menuju hal obyektif
karena menyangkut pedoman
hidup. Akhirnya tokh semua
tergantung dari kacamata
mana memandangnya.
Namun saya hanya ingin
membuka buku saya dari
halaman pertama, dan ada
sedikit catatan di sana.
Angelina Sondakh menangis
jejeritan tiada henti saat Adjie
terbujur kaku di kamar mayat
di RS Fatmawati. Setelah SBY
dan Ani SBY pulang melayat di
rumahnya, semenit kemudian
Angie jatuh pingsan.
(waktunya kebetulan ya?
bukan saat SBY datang).
Begitu seorang kerabat yang
dokter mengatakan bila
lemah dan pingsan ia dilarang
ikut ke makam, mendadak
sontak dia siuman dan
menjerit, bahkan ingin masuk
ke ambulans. Ok,
kemauannya diikuti oleh
anggota keluarga. Oya,
sebelum itu, di samping saya,
dia masih sempat mengadu
kepada ibu Presiden tentang
buruknya penanganan RS
Fatmawati. Lalu, ia histeris di
gedung DPR. Ibu bapaknya
datang dari Menado tergopoh-
gopoh menuju gedung DPR.
Angie juga minta masuk ke
lubang kubur. Dia berkata
tidak akan menikah lagi,
karena satu-satunya lelaki
hanya Adjie. Menurut
pengakuannya, Adjie sebelum
wafat masih sempat berkata
‘Take care of our children’ .
Benar tidaknya, saya tidak
bisa meraba dengan pasti.
Lalu ia membuat buku,
mengarang lagu, tampil
belasan kali di semua
impotemen eh infotainment,
sampai-sampai anak-anak
petani di salah satu desa
berkata kepada saya, ‘drama
itu bu…, itu hanya drama!’ dan
tukang foto copy sembari
membolak-balik kertas
menyimak gosip layar kaca,
dan berkomentar, ”Aaaah,
lebay amaaat, besok juga
udah punya pacar baru, kawin
lagi..!” — Tentu kesal sekali
saya mendengar berbagai
komentar dari beberapa
lapisan masyarakat itu.
Telinga saya terasa mau
pecah. Ingin rasanya saya
memeluk Adjie dengan
segera. Dan menjerit
menangis sejadi-jadinya.
Saya pernah mencoba
menasihatinya berkali-kali.
Meratap berkelebihan dalam
agama juga tidak patut.
Muncul di infotainment,
bahkan sampai mau-maunya
dipanggil sana-sini ke studio
TV sembari mengumbar air
mata, rasanya tak perlu.
Mengadakan acara tahlilan
diikuti dengan peluncuran
lagu baru di mata saya
alangkah tidak etisnya.
Sebagai orang yang duduk di
Komisi X, berkonsentrasilah
ke bidang yang ditanganinya,
masalah kesehatan,
pariwisata, pendidikan dan
olah raga. Bukan
membeberkan tentang
keguguran setelah Adjie wafat
(hah? keguguran?). tentang
kamar anak yang warna-
warni, rencana sekolahkan
anak ke luar negeri, dan
keharmonisannya dengan
almarhum sepanjang usia
pernikahan dan berbagai kisah
internal lainnya. Dia pernah
berkata kepada saya bahwa
urusan diwawancara
infotainement dan tabloid
selesai sudah, yang penting
sekarang saya mau
konsentrasi kerja. Eh,
besoknya, dan besoknya lagi,
ternyata ada lagi dia, bahkan
wartawan syuting di kamar
anak, mengikutinya di mal dan
lagi-lagi datang ke studio.
Tentu saya bingung. Yang
mana yang bisa dipegang dari
tutur katanya?
Saya juga menyampaikan apa
kata teman-teman saya yang
doktor, yang dokter, yang
pengacara, bahkan anak-anak
petani desa dan tukang foto
copy yang melemparkan kritik
atas lebay nya, untuk tidak
mengumbar tangis di depan
kamera lagi. Angelina
Sondakh seakan tidak perduli.
Bahkan dia menjawab,
“Kakak, buktinya yang SMS
aku, di twitter , semua memuji
aku, tidak ada yang bilang
seperti yang kakak bilang…!”
Saya terperangah.
MasyaAllah…! Lalu saya
katakan, ibarat parfum,
minyak wangi, bila dicium dari
kejauhan memang
menyenangkan, enak,
nyaman, tapi jangan ditelan
airnya karena mengandung
racun. Bisa celaka kita. Itulah
puja pujian dari orang. Hirup
saja dari kejauhan jangan
masuk ke hati terdalam. Nanti
bisa gede kepala dan takabur.
Merendahlah Angie…,
merendahlah…!
Hanya sebegitu yang bisa saya
lakukan. Ya sutralaaaah…! Dia
sudah dewasa, pintar, sekolah
tinggi, punya kedudukan
tinggi. Apalah artinya saya?
Cuma mantan wartawan, yang
kini tidak berkantor, yang
sejauh ini tidak ingin pula
masuk dalam jajaran partai
apapun.
Kembali saya teringat Bu
Broto yang anggun, matang,
dan penuh tantangan hidup.
Adakah tokoh itu sekarang
dalam situasi Indonesia yang
curat marut saat ini? Tentu
ada! Masih banyak perempuan
Indonesia yang ‘berkelas’,
dalam arti kata bukan hebat
secara finansial, namun hebat
memoles halus budinya. Saya
sendiri masih jauh sekali dari
hal serupa itu, dan belajar
terus dari ketololan diri
sendiri, maupun kenistaan
perilaku orang lain.
Brotoseno, adalah pria muda
yang cakep, karir masih
benderang di depan mata.
Sah-sah saja bila benar apa
yang dia katakan kepada
wartawan, “Saya mencintai
Angelina Sondakh apa
adanya”….. hhhhmm..
syukurlah. Semoga juga bisa
konsekwen dengan kata-
katanya. Toh pak polisi
ganteng ini sudah dipindahkan
lapaknya dari instansi yang
sedang ia jalankan, yang
menurut atasannya karena
urusan Angelina Sondakh.
Benarkah begitu? Saran saya
hanya satu, jangan tanya
kepada wartawan, sanak
keluarga, teman-teman, tapi
tanyalah kepada Tuhan….
sudah benarkah pilihannya?
Andai ternyata Brotoseno
akhirnya berjodoh dengan
Angelina Sondakh, saya
ucapkan dari awal, ‘Selamat
ya!’ — Dan jadilah Angie
menjelma menjadi Bu Broto
deh….., yang InsyaAllah
sosoknya memang dikagumi
seluruh rakyat Indonesia
karena penghalusan budinya
yang sedemikian tinggi…., dan
bisa dipegang teguh seluruh
ucapan yang bernada sejuta
janji.
Angelina Sondakh
Posted by Linda Djalil on
December 29, 2011
Siapa ‘orang-orang jadul’ yang
tak kenal Bu Broto si jangkung
bersanggul berkebaya Jawa
rapi langsing cantik yang
sehari-hari mengelola losmen?
Ya, Losmen Bu Broto adalah
cerita serial di TVRI tahun ’80
an yang setiap Rabu malam
jam 9.30 dinanti-nanti pemirsa.
Petani-petani di desa pun tak
kalah sibuk bila Losmen Bu
Broto sudah akan muncul di
televisi. Mereka berkumpul di
halaman rumah lurah, dengan
bekal teh kopi dan ubi rebus,
bersama-sama menikmati
hiburan dari layar kaca ini.
Bu Broto (baca: Mieke Wijaya)
ditampilkan sebagai
perempuan bijak. Suaminya,
Pak Broto (diperankan oleh
Mang Udel yang kini sudah
almarhum), adalah pensiunan
pengangguran yang semula
menderita post power
syndrome dan kerjanya hanya
ngopi sembari memetik alat
musik ukelelenya saja. Bu
Broto yang penyabar dan
tukang dandan itu sangat
cerdik menyikapi suasana hati
sang suami. Ia juga pandai
mengendalikan anak-anaknya,
si Tarjo (Mathias Muchus
masih muda banget lho waktu
itu..hihihihi..!), Dewi Yul yang
menjadi jeng Sri si janda
muda, dan mbak Pur si
perawan tua yang diperankan
oleh Ida Leman. Pokoknya,
semua kompak bekerja
mengelola losmen yang
adanya (seolah-olah) di
Jogjakarta itu. Para pemain
masih muda, segar, ganteng,
cantik. Dan kehebatan
berakting mereka serta
tampilan keren raut wajah
sampai hari ini masih bersisa
deh!
Karena pemirsa TVRI begitu
terpesona pada kisah Losmen
Bu Broto ini, maka banyak
orang yang kebetulan sedang
ke Jogja begitu ngotot
mencari, mengudak-udak
letak Losmen Bu Broto di
sebelah mana. Hahahaaaa…..,
lha losmennya direkayasa di
studio TVRI kok, jeh!
Di balik semua itu, saya ingat
betul, banyak suami yang
‘menyentil’ para ibu, eh.. istri
mereka, “Tuuuh lihat dong Bu
Broto, penyabar, ulet, jujur,
cantik wajah cantik hatinya.
Tirulah..” . Memang,
tampaknya Tatik Malyati si
penulis cerita serial ini
sengaja menyuguhkan sosok
istri yang bijak, tabah, dan
terukur dalam tutur katanya.
Terus terang saja, saya rindu
pada suguhan cerita Bu Broto
yang dulu itu. Apa masih bisa
disiarkan ulang ya?
Lalu, tiba-tiba di twitter,
facebook, SMS, yang zaman
munculnya Bu Broto yang
bijak belum terbayang ada
benda-benda dan alat
komunikasi itu, ramai sekali
orang menyebut, “Mau ada Bu
Broto ya sekarang?” Lha?
semula saya berpikir apa
maksudnya? Seiring dengan
komentar yang berlapis-lapis
dan seru itu, barulah saya
mudeng, ternyata ini menjurus
pada kisah asmara yang betul-
betul gress dan aktual ;
Angelina Sondakh yang
menjalin cinta dengan
Brotoseno sang polisi!
Brotoseno, yang semula hanya
diraba publik lewat topinya
yang menutupi jidat dan mata
itu, akhirnya muncul
gamblang dengan senyum
mengembang. Waduh, keren
euuuy..! Jadi bintang pilem
mungkin layak juga lho…
hehehe! Konon kabarnya dia
adalah seorang duda dari
seorang dokter cantik lulusan
Universitas Indonesia. Kalau
melihat Brotoseno bersanding
dengan janda Adjie Massaid
yang wafat belum setahun itu,
ya cocok laa, yang satu keren
satu lagi cuantik. Taelaaaah…!
Toh perempuan anggota
Komisi X DPR itu jelas-jelas
berkata (kata dia, itu menurut
bapaknya, Luki Sondakh
mantan Rektor Universitas
Sam Ratulangi), urusan
keyakinan dan asrama .. eh
asmara, adalah urusan privasi.
Oke, ok, setujuuuu…! Ape lu
kate, kalau kata orang
Betawi. Semua memang sah-
sah saja. Urusan etiket
memang sangat subyektif,
namun urusan etika adalah
ikhtiar menuju hal obyektif
karena menyangkut pedoman
hidup. Akhirnya tokh semua
tergantung dari kacamata
mana memandangnya.
Namun saya hanya ingin
membuka buku saya dari
halaman pertama, dan ada
sedikit catatan di sana.
Angelina Sondakh menangis
jejeritan tiada henti saat Adjie
terbujur kaku di kamar mayat
di RS Fatmawati. Setelah SBY
dan Ani SBY pulang melayat di
rumahnya, semenit kemudian
Angie jatuh pingsan.
(waktunya kebetulan ya?
bukan saat SBY datang).
Begitu seorang kerabat yang
dokter mengatakan bila
lemah dan pingsan ia dilarang
ikut ke makam, mendadak
sontak dia siuman dan
menjerit, bahkan ingin masuk
ke ambulans. Ok,
kemauannya diikuti oleh
anggota keluarga. Oya,
sebelum itu, di samping saya,
dia masih sempat mengadu
kepada ibu Presiden tentang
buruknya penanganan RS
Fatmawati. Lalu, ia histeris di
gedung DPR. Ibu bapaknya
datang dari Menado tergopoh-
gopoh menuju gedung DPR.
Angie juga minta masuk ke
lubang kubur. Dia berkata
tidak akan menikah lagi,
karena satu-satunya lelaki
hanya Adjie. Menurut
pengakuannya, Adjie sebelum
wafat masih sempat berkata
‘Take care of our children’ .
Benar tidaknya, saya tidak
bisa meraba dengan pasti.
Lalu ia membuat buku,
mengarang lagu, tampil
belasan kali di semua
impotemen eh infotainment,
sampai-sampai anak-anak
petani di salah satu desa
berkata kepada saya, ‘drama
itu bu…, itu hanya drama!’ dan
tukang foto copy sembari
membolak-balik kertas
menyimak gosip layar kaca,
dan berkomentar, ”Aaaah,
lebay amaaat, besok juga
udah punya pacar baru, kawin
lagi..!” — Tentu kesal sekali
saya mendengar berbagai
komentar dari beberapa
lapisan masyarakat itu.
Telinga saya terasa mau
pecah. Ingin rasanya saya
memeluk Adjie dengan
segera. Dan menjerit
menangis sejadi-jadinya.
Saya pernah mencoba
menasihatinya berkali-kali.
Meratap berkelebihan dalam
agama juga tidak patut.
Muncul di infotainment,
bahkan sampai mau-maunya
dipanggil sana-sini ke studio
TV sembari mengumbar air
mata, rasanya tak perlu.
Mengadakan acara tahlilan
diikuti dengan peluncuran
lagu baru di mata saya
alangkah tidak etisnya.
Sebagai orang yang duduk di
Komisi X, berkonsentrasilah
ke bidang yang ditanganinya,
masalah kesehatan,
pariwisata, pendidikan dan
olah raga. Bukan
membeberkan tentang
keguguran setelah Adjie wafat
(hah? keguguran?). tentang
kamar anak yang warna-
warni, rencana sekolahkan
anak ke luar negeri, dan
keharmonisannya dengan
almarhum sepanjang usia
pernikahan dan berbagai kisah
internal lainnya. Dia pernah
berkata kepada saya bahwa
urusan diwawancara
infotainement dan tabloid
selesai sudah, yang penting
sekarang saya mau
konsentrasi kerja. Eh,
besoknya, dan besoknya lagi,
ternyata ada lagi dia, bahkan
wartawan syuting di kamar
anak, mengikutinya di mal dan
lagi-lagi datang ke studio.
Tentu saya bingung. Yang
mana yang bisa dipegang dari
tutur katanya?
Saya juga menyampaikan apa
kata teman-teman saya yang
doktor, yang dokter, yang
pengacara, bahkan anak-anak
petani desa dan tukang foto
copy yang melemparkan kritik
atas lebay nya, untuk tidak
mengumbar tangis di depan
kamera lagi. Angelina
Sondakh seakan tidak perduli.
Bahkan dia menjawab,
“Kakak, buktinya yang SMS
aku, di twitter , semua memuji
aku, tidak ada yang bilang
seperti yang kakak bilang…!”
Saya terperangah.
MasyaAllah…! Lalu saya
katakan, ibarat parfum,
minyak wangi, bila dicium dari
kejauhan memang
menyenangkan, enak,
nyaman, tapi jangan ditelan
airnya karena mengandung
racun. Bisa celaka kita. Itulah
puja pujian dari orang. Hirup
saja dari kejauhan jangan
masuk ke hati terdalam. Nanti
bisa gede kepala dan takabur.
Merendahlah Angie…,
merendahlah…!
Hanya sebegitu yang bisa saya
lakukan. Ya sutralaaaah…! Dia
sudah dewasa, pintar, sekolah
tinggi, punya kedudukan
tinggi. Apalah artinya saya?
Cuma mantan wartawan, yang
kini tidak berkantor, yang
sejauh ini tidak ingin pula
masuk dalam jajaran partai
apapun.
Kembali saya teringat Bu
Broto yang anggun, matang,
dan penuh tantangan hidup.
Adakah tokoh itu sekarang
dalam situasi Indonesia yang
curat marut saat ini? Tentu
ada! Masih banyak perempuan
Indonesia yang ‘berkelas’,
dalam arti kata bukan hebat
secara finansial, namun hebat
memoles halus budinya. Saya
sendiri masih jauh sekali dari
hal serupa itu, dan belajar
terus dari ketololan diri
sendiri, maupun kenistaan
perilaku orang lain.
Brotoseno, adalah pria muda
yang cakep, karir masih
benderang di depan mata.
Sah-sah saja bila benar apa
yang dia katakan kepada
wartawan, “Saya mencintai
Angelina Sondakh apa
adanya”….. hhhhmm..
syukurlah. Semoga juga bisa
konsekwen dengan kata-
katanya. Toh pak polisi
ganteng ini sudah dipindahkan
lapaknya dari instansi yang
sedang ia jalankan, yang
menurut atasannya karena
urusan Angelina Sondakh.
Benarkah begitu? Saran saya
hanya satu, jangan tanya
kepada wartawan, sanak
keluarga, teman-teman, tapi
tanyalah kepada Tuhan….
sudah benarkah pilihannya?
Andai ternyata Brotoseno
akhirnya berjodoh dengan
Angelina Sondakh, saya
ucapkan dari awal, ‘Selamat
ya!’ — Dan jadilah Angie
menjelma menjadi Bu Broto
deh….., yang InsyaAllah
sosoknya memang dikagumi
seluruh rakyat Indonesia
karena penghalusan budinya
yang sedemikian tinggi…., dan
bisa dipegang teguh seluruh
ucapan yang bernada sejuta
janji.
Senin, 08 Oktober 2012
“A S A”
Senyap...
Bara asa seakan lenyap
Apakah asa itu bersayap
apakah asa itu berkaki lalu merayap
Bersayap lalu terbang tinggi
Berkaki merayap hilang untuk pergi..
Hatiku, dalam senyap menuai pedih,
Asa yang membara kian redup lalu mati
Nurani, dipeluk hampa diarungi sepi, aku kah zombie ?
Asa, bangunlah engkau lepaskan lara
kokohkan serpihan harap yang porak poranda
Berdirilah, ujung tombak jauh dihati dekat didada
Raga boleh rapuh, jiwa harus tetap utuh.. Asa..
*Pelampung mana pelampung :D
Bara asa seakan lenyap
Apakah asa itu bersayap
apakah asa itu berkaki lalu merayap
Bersayap lalu terbang tinggi
Berkaki merayap hilang untuk pergi..
Hatiku, dalam senyap menuai pedih,
Asa yang membara kian redup lalu mati
Nurani, dipeluk hampa diarungi sepi, aku kah zombie ?
Asa, bangunlah engkau lepaskan lara
kokohkan serpihan harap yang porak poranda
Berdirilah, ujung tombak jauh dihati dekat didada
Raga boleh rapuh, jiwa harus tetap utuh.. Asa..
*Pelampung mana pelampung :D
Selasa, 02 Oktober 2012
“Sekeping hati di Kota Solo”
Ku tatap jingga dilangit senja Surakarta
Ku bawa kembali sekeping hati yang dulu lara
Tentangmu, tentang cinta yang tak pernah kau baca
Ku pikul sebahu lukisan wajahmu nan ayu
Dulu ku gambar dg gejolak rasa yg beku dan bisu
Ku penuhi panggilan rindu kian memuncak setinggi bukit merbabu
kini ku kembali di kota ini menyapamu
Lihatlah, aku kembali, aku belum mati
Karnamu, karna Solo, karna sekeping hatiku yg tertinggal disini aku kembali
Aku tak utuh,
hatiku tinggal disini separuh
Hanya raga yang mampu menjauh
Sekeping hati ini menanti tak pernah rapuh
Lihatlah, aku datang kembali,
Di kota Solo, di kota ini sekeping hatiku tinggal dan mati..
Ku bawa kembali sekeping hati yang dulu lara
Tentangmu, tentang cinta yang tak pernah kau baca
Ku pikul sebahu lukisan wajahmu nan ayu
Dulu ku gambar dg gejolak rasa yg beku dan bisu
Ku penuhi panggilan rindu kian memuncak setinggi bukit merbabu
kini ku kembali di kota ini menyapamu
Lihatlah, aku kembali, aku belum mati
Karnamu, karna Solo, karna sekeping hatiku yg tertinggal disini aku kembali
Aku tak utuh,
hatiku tinggal disini separuh
Hanya raga yang mampu menjauh
Sekeping hati ini menanti tak pernah rapuh
Lihatlah, aku datang kembali,
Di kota Solo, di kota ini sekeping hatiku tinggal dan mati..
Minggu, 30 September 2012
“Surat Kosong dari Karyo”
Selamat Pagi,
Kembali ku sapa Kotak Pos
yang terlihat berisi
Ada kertas putih terbungkus
persegi
Kembali ku buka untuk yang
ke tujuh Kali
Masih sama, sama kosong
seperti yang dulu hari
Tak ada kata, ataupun kalimat terbaca
kertas putih terlipat
membentuk satu garis tak
berwarna
hanya ada sebuah nama Karyo dan Kota Jogja
Kenapa kosong.. ?
Nyaris tak terdengar meski
hati dengan keras bertanya
Rasa kecewa mengendap
membentuk lara
Surat kosong mengisi hati
dengan berjuta tanya
Kenapa kosong..
Jika hatimu tentang aku
kenapa tak ada salam rindu
sebagai pembuka suratmu
Jika cinta tentang sejuta kata
kenapa tinta tak tergores
untuk ku baca
kenapa kosong..
Ku lipat kembali dalam lipatan yang tak rapi
surat kosong mengundang
tanya merajut sepi
sepi hati menanti kembali surat yang lagi kosong..
Rabu, 01 Agustus 2012
“Tak Perlu Judul”
Saat hati dan akal hidup dalam bumi cinta 'jatuh cinta' maka yg menjadi Tuhan pencipta bumi nya adalah Hati dan Nafsu menjadi Nabi,
yang dosa di anggap cinta,
dan cinta punya fatwa : ini cinta bukan dosa karna KITA CINTA berbuatlah semua karna cinta....
Tuhan dengar kami selalu dengar,itu kami percaya ,kami percaya Ya Tuhan..
tapi telinga kami tak menghiraukan,
hati kami tak peduli, dosa buat kami itu urusan nanti...
Cinta itu kadang menjadi dewa penolong bagi yg memilih diZona haram,
cinta akan memberi negosiasi : jangan takut, jangan gelisah cinta tak pernah salah, dosa untuk cinta itu bukti perasaan dan haram demi orang tercinta itu pengorbanan bukan dosa
Cinta adalah Kalamnya orang-orang berzina...
Tuhan Engkau Melihatnya, selalu melihatnya
Tapi mata dan matahati kami sudah dikaki hanya mampu melihat jalanan mana yang mulus dan nikmat untuk dilewati
mendaki nikmat nikmat dipuncak tinggi yang merendahkan iman dan akhlaq-akhlaq sejati..
itu sudah tak kami hirauan karna indra mata kita hanya matakaki yang berfungsi saat bercinta dengan insan dibumi...
Jika nasib kami malang biarkan kami malang di bumi , walau semua harus hilang..
Tapi selamat kan kami diSisi-MU ya Rabbi, kami tak ingin malang di alam keabadian cipta'an-MU..
yang dosa di anggap cinta,
dan cinta punya fatwa : ini cinta bukan dosa karna KITA CINTA berbuatlah semua karna cinta....
Tuhan dengar kami selalu dengar,itu kami percaya ,kami percaya Ya Tuhan..
tapi telinga kami tak menghiraukan,
hati kami tak peduli, dosa buat kami itu urusan nanti...
Cinta itu kadang menjadi dewa penolong bagi yg memilih diZona haram,
cinta akan memberi negosiasi : jangan takut, jangan gelisah cinta tak pernah salah, dosa untuk cinta itu bukti perasaan dan haram demi orang tercinta itu pengorbanan bukan dosa
Cinta adalah Kalamnya orang-orang berzina...
Tuhan Engkau Melihatnya, selalu melihatnya
Tapi mata dan matahati kami sudah dikaki hanya mampu melihat jalanan mana yang mulus dan nikmat untuk dilewati
mendaki nikmat nikmat dipuncak tinggi yang merendahkan iman dan akhlaq-akhlaq sejati..
itu sudah tak kami hirauan karna indra mata kita hanya matakaki yang berfungsi saat bercinta dengan insan dibumi...
Jika nasib kami malang biarkan kami malang di bumi , walau semua harus hilang..
Tapi selamat kan kami diSisi-MU ya Rabbi, kami tak ingin malang di alam keabadian cipta'an-MU..
Sabtu, 09 Juni 2012
“Bercinta Lewat Doa”
Mari kita bertemu,
bertemu dalam doa saja,
tatkala niat tuk bertatap muka
hanya akan menoreh luka,
luka karna wajah tak elok
luka karna mungkin kita kan berpaling pada yg lebih elok
dalam doa saja,
mari kita bersua, biar rindu ini tak membawa dosa, biar rindu ini tak
berbunga nafsu nista ,
lewat doa saja..
Mari kita berjumpa..
Biar sayang ini tak hina karna tak harus kulit yang disentuh rasa..
Dalam doa saja,
mari kita bercinta
lewat doa saja,
agar Tuhan tak cemburu pada kita,
biar izin Tuhan memberi restu seperti Adam dan Hawa,
dengan doa saja, biar mata ini tak saling pandang
biar hati ini tak tertutup syetan
lewat doa saja..
Mari kita berkenalan
dalam doa cinta kan berkekalan itu janji Tuhan...
-Rey NH-
bertemu dalam doa saja,
tatkala niat tuk bertatap muka
hanya akan menoreh luka,
luka karna wajah tak elok
luka karna mungkin kita kan berpaling pada yg lebih elok
dalam doa saja,
mari kita bersua, biar rindu ini tak membawa dosa, biar rindu ini tak
berbunga nafsu nista ,
lewat doa saja..
Mari kita berjumpa..
Biar sayang ini tak hina karna tak harus kulit yang disentuh rasa..
Dalam doa saja,
mari kita bercinta
lewat doa saja,
agar Tuhan tak cemburu pada kita,
biar izin Tuhan memberi restu seperti Adam dan Hawa,
dengan doa saja, biar mata ini tak saling pandang
biar hati ini tak tertutup syetan
lewat doa saja..
Mari kita berkenalan
dalam doa cinta kan berkekalan itu janji Tuhan...
-Rey NH-
Jumat, 08 Juni 2012
“ Wake Up Call ” ( Nasehat Seorang Sahabat )
-menjadi dewasa membutuhkan proses,
wktu & keadaan yg akan
menjadikan proses kedewasaan tersebut...
saat kita menyayangi se2orang & bener2 tulus...& orang yg kita sayangi bukan orang tepat
(dg berbagai alasan)
pasti nyesekkk bnget....
kembali ke titik sadar &
berlogika akal sehat
menurut ku :
1.Jangan menyimpan luka(bahwa orang yg kita sayangi yg tidak tepat
tersebut adalah perjalanan,bentuk,& proses
mendewasakan kita,nggak ada cerita orang sukses nggak pernah gagal.....yakin esok hari akan ada kesuksesan untuk kita
2.Belajar Memaafkan
(Belajarlah untuk memaafkan,karena dengan memaafkan,niscaya kita akan lebih mudah untuk mengikhlaskan orang yg
kita sayangi yg tidak tepat
tersebut)
3.Bukalah Hatimu(Mungkin
adalah hal tersulit yang harus kita lakukan. rasa sayang kpd seseorang itu memang membutakan. Membuat kita takut, takut terjatuh lagi, takut salah. Percayalah, cinta itu ga
pernah salah. Memang, apabila kita merasakan cinta yang begitu besar terhadap seseorang, biasanya kita merasa bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan perasaan
seperti itu, atau bahkan kita
tidak pernah mau untuk
merasakan perasaan seperti
itu. Kita salah, dan kita akan terus terjebak dalam keadaan putus asa yang
berlebihan.Bukalah hati kita
untuk orang lain selain dia,
jangan hanya terpaku pada
keadaan seakan – akan hanya dialah manusia di dunia ini yang patut kita cintai. Salah besar, karena mungkin di luar sana, ada seseorang yang memang di ciptakan Tuhan untuk kita sayangii dan untuk menyayangi kita. Jangan
pernah takut )
wktu & keadaan yg akan
menjadikan proses kedewasaan tersebut...
saat kita menyayangi se2orang & bener2 tulus...& orang yg kita sayangi bukan orang tepat
(dg berbagai alasan)
pasti nyesekkk bnget....
kembali ke titik sadar &
berlogika akal sehat
menurut ku :
1.Jangan menyimpan luka(bahwa orang yg kita sayangi yg tidak tepat
tersebut adalah perjalanan,bentuk,& proses
mendewasakan kita,nggak ada cerita orang sukses nggak pernah gagal.....yakin esok hari akan ada kesuksesan untuk kita
2.Belajar Memaafkan
(Belajarlah untuk memaafkan,karena dengan memaafkan,niscaya kita akan lebih mudah untuk mengikhlaskan orang yg
kita sayangi yg tidak tepat
tersebut)
3.Bukalah Hatimu(Mungkin
adalah hal tersulit yang harus kita lakukan. rasa sayang kpd seseorang itu memang membutakan. Membuat kita takut, takut terjatuh lagi, takut salah. Percayalah, cinta itu ga
pernah salah. Memang, apabila kita merasakan cinta yang begitu besar terhadap seseorang, biasanya kita merasa bahwa kita tidak akan pernah mendapatkan perasaan
seperti itu, atau bahkan kita
tidak pernah mau untuk
merasakan perasaan seperti
itu. Kita salah, dan kita akan terus terjebak dalam keadaan putus asa yang
berlebihan.Bukalah hati kita
untuk orang lain selain dia,
jangan hanya terpaku pada
keadaan seakan – akan hanya dialah manusia di dunia ini yang patut kita cintai. Salah besar, karena mungkin di luar sana, ada seseorang yang memang di ciptakan Tuhan untuk kita sayangii dan untuk menyayangi kita. Jangan
pernah takut )
Rabu, 16 Mei 2012
“NASEHAT BIJAK @Ustad Felix Siauw”
1. bukan gandengan tangan
wanita yg tak halal yg
membuat lelaki hakiki |
ikatan pernikahan halal yg
membuatnya hakiki
2. bukan kata yang di-imut-
imut-kan yg membuat lelaki
menjadi pengasih | lisan
yang berdalil yang
menjaminnya pengasih
3. bukan menaungi rintik air
dengan pakaiannya yg
membuat lelaki tangguh |
amal yg menjauhkan siksa
api neraka yg membuatnya
tangguh
4. bukan baku hantam
ataupun baku syahwat bukti
lelaki pejantan | namun
baku jihad hawa nafsu dan
jihad sebenar jihad adalah
tanda pejantan
5. bukan mengetahui
restoran dan rumah makan
tanda lelaki luas ilmu | tahu
tempat yg akan ditujunya di
akhirat adalah tanda luas
ilmu
6. bukan banyak harta dan
fisik rupawan tanda lelaki
idaman | tapi nikmati lapar
di siang dan bangun di
malam adl lelaki idaman
7. bukan beragamnya
lawakan dan gurauan artinya
lelaki penyayang | linangan
air mata dan diamnya
seringkali tanda penyayang
8. lelaki yg menghafal musik
trend mode takkan pernah
jadi panduan bimbingan hidup
| lelaki yg menghafal dan
mendaras ayat Allah adl
panduan
9. bukan bagusnya lisan
pertanda lelaki terpelajar |
tapi beratnya pemahaman
Al-Qur'an adalah pertanda
terpelajar
10. bukan keseriusan bila
selalu beralasan untuk tunda
pernikahan | lelaki semacam
ini tak serius apapun
alasannya, udah, putusin aja..
wanita yg tak halal yg
membuat lelaki hakiki |
ikatan pernikahan halal yg
membuatnya hakiki
2. bukan kata yang di-imut-
imut-kan yg membuat lelaki
menjadi pengasih | lisan
yang berdalil yang
menjaminnya pengasih
3. bukan menaungi rintik air
dengan pakaiannya yg
membuat lelaki tangguh |
amal yg menjauhkan siksa
api neraka yg membuatnya
tangguh
4. bukan baku hantam
ataupun baku syahwat bukti
lelaki pejantan | namun
baku jihad hawa nafsu dan
jihad sebenar jihad adalah
tanda pejantan
5. bukan mengetahui
restoran dan rumah makan
tanda lelaki luas ilmu | tahu
tempat yg akan ditujunya di
akhirat adalah tanda luas
ilmu
6. bukan banyak harta dan
fisik rupawan tanda lelaki
idaman | tapi nikmati lapar
di siang dan bangun di
malam adl lelaki idaman
7. bukan beragamnya
lawakan dan gurauan artinya
lelaki penyayang | linangan
air mata dan diamnya
seringkali tanda penyayang
8. lelaki yg menghafal musik
trend mode takkan pernah
jadi panduan bimbingan hidup
| lelaki yg menghafal dan
mendaras ayat Allah adl
panduan
9. bukan bagusnya lisan
pertanda lelaki terpelajar |
tapi beratnya pemahaman
Al-Qur'an adalah pertanda
terpelajar
10. bukan keseriusan bila
selalu beralasan untuk tunda
pernikahan | lelaki semacam
ini tak serius apapun
alasannya, udah, putusin aja..
Kamis, 19 April 2012
“Pinta dalam Cinta”
Selasa, 17 April 2012
“Gila itu Cinta”
Jadikan aku kekasihmu
meski aku bukan satu-satunya perempuan yang menginginkan mu..
Jadikan aku cintamu,
walaupun tak hanya aku yang ada dihatimu,
ada ibu juga nenekmu..
Orang bilang aku gila,
Kalau tak gila katanya bukan cinta
Orang bilang aku gak waras,
Cinta tanpa eksresi itu
banci..
Orang bilang “jaga harga diri”
tapi banyak yang gila karna patah hati,
( apa ada orang gila yang menjaga harga diri? )
Orang bilang “Cintamu nafsu”
itu menurut mu, menurut Tuhan, siapa yang tahu ??
Orang bilang “Cintamu Norak”
Banyak cinta yang takut norak,banyak bayi yang di ABORSI..
-( Mau mu apa ? )
Mau ku, tolong bilang aku baik-baik saja..
( Yang lain bilang kamu gila )
Karna mereka yang sok waras hanya bicara soal Keturunan dan Kasta saja..
( Kamu sedang berpuisi ? )
tidak,, aku sedang belajar gila,
Karna orang gila berbicara dari hati..
#Yang waras tidak boleh baca..
Senin, 16 April 2012
“Layla and Majnun”
Ketidakpedulian yang bodoh
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu
denganmu.
Menyatu Dalam Cinta
Berpisah dari Layla, Majnun
jatuh sakit. Badan semakin
lemah, sementara suhu
badan semakin tinggi.
Para tabib menyarankan
bedah, “Sebagian darah dia
harus dikeluarkan, sehinggu
suhu badan menurun.”
Majnun menolak, “Jangan,
jangan melakukan bedah
terhadap saya.”
Para tabib pun bingung,
“Kamu takut? padahal
selama ini kamu masuk-
keluar hutan seorang diri.
Tidak takut menjadi mangsa
macan, tuyul atau binatang
buas lainnya. Lalu kenapa
takut sama pisau bedah?”
“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab
Majnun.
“Lalu, apa yang kau takuti?”
“Jangan-jangan pisau bedah
itu menyakiti Layla.”
“Menyakiti Layla? Mana bisa?
Yangn dibedah badanmu.”
“Justru itu. Layla berada di
dalam setiap bagian tubuhku.
Mereka yang berjiwa cerah
tak akan melihat perbedaan
antara aku dan Layla.”
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu
denganmu.
Menyatu Dalam Cinta
Berpisah dari Layla, Majnun
jatuh sakit. Badan semakin
lemah, sementara suhu
badan semakin tinggi.
Para tabib menyarankan
bedah, “Sebagian darah dia
harus dikeluarkan, sehinggu
suhu badan menurun.”
Majnun menolak, “Jangan,
jangan melakukan bedah
terhadap saya.”
Para tabib pun bingung,
“Kamu takut? padahal
selama ini kamu masuk-
keluar hutan seorang diri.
Tidak takut menjadi mangsa
macan, tuyul atau binatang
buas lainnya. Lalu kenapa
takut sama pisau bedah?”
“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab
Majnun.
“Lalu, apa yang kau takuti?”
“Jangan-jangan pisau bedah
itu menyakiti Layla.”
“Menyakiti Layla? Mana bisa?
Yangn dibedah badanmu.”
“Justru itu. Layla berada di
dalam setiap bagian tubuhku.
Mereka yang berjiwa cerah
tak akan melihat perbedaan
antara aku dan Layla.”
Rabu, 11 April 2012
“Sudah ada artinya sebelum diartikan”
Aku punya Ibu itu karna dulu
ayahku menemukan wanita
lalu dicintainya dengan sepenuh hati..
Aku punya Ayah,itu juga karna
Ibu menerima cinta seorang
laki-laki bersedia
mendapingi nya,
Lalu, ayah dan ibu ku punya
aku, itu karna hingga detik ini
mereka saling mencintai dan tak pernah berpaling
ini menurutku saja...
ayahku menemukan wanita
lalu dicintainya dengan sepenuh hati..
Aku punya Ayah,itu juga karna
Ibu menerima cinta seorang
laki-laki bersedia
mendapingi nya,
Lalu, ayah dan ibu ku punya
aku, itu karna hingga detik ini
mereka saling mencintai dan tak pernah berpaling
ini menurutku saja...
Jumat, 06 April 2012
“Untuk Yang Satu dihatiku ”
Sebenarnya aku tak perlu menulis disini..
Sebenarnya aku tak perlu berkata-kata disini..
Dimanapun aku,
kata-kata ku, tulisan-tulisan dan lagu-lagu yang aku sukai tak perlu aku titipkan ditempat lain untuk kau dengar, kau baca dan kau rasakan...
Karna kau dihatiku,
kau lebih dulu mendengar sebelum aku berkata,
kau lebih dulu membaca sebelum huruf selesai ku tulis,
kau lebih dulu menyentuhku sebelum aku mengungkapkan yang aku rasakan..
Dan, pada akhirnya aku pun memutuskan dan memilih untuk menulis disini,,
karna,bila aku berbicara dihadapanmu,
mataku akan berkaca-kaca,
dan,bila dari jauh aku bersuara,
lagu yang kunyanyikan pun tak akan merdu,
terputus-putus oleh nada tangisku,
kau bilang 1+1=2?
Apa itu aku dan kamu?
Aku punya bilangan yang lain,
1+0=1, tidak ada angka 2, setelah kamu,
cuma ada 1 angka
aku meminta pada yang SATU, untuk 1 pilihan yaitu 1 kamu saja..
(Reynee.H)
Minggu, 01 April 2012
“Dariku,Bukan Si Burung Beo Yang Latah”
Bpk SBY,
Kenapa Bpk kelihatan kurus.. ?
Kenapa Bpk kelihatan sayu...?
Kenapa Bpk kelihatan lelah...?
Bukan hanya membaca berita-berita Bpk saja,,
tapi saya juga melihat foto Bpk disebelah Judul-judul berita media tentang Negri kita,,
Aku lihat senyum Bpk tak seperti dulu,,
Aku lihat bahu Bpk tak setegap dulu
Apa Bpk merasa gagal..?
Apa Bpk merasa amanah yang Bpk emban menyudutkan..?
Jangan lupa jaga kesehatan ya Pak...
Hari ini kau di anggap tuli bagi mereka yang sedang ingin mencaci..
Untuk sementara jangan buka Situs Jejaring dulu ya Pak,
Karna disini banyak Foto-foto mu yang tegap disulap para pencaci menjadi Banci..
Jaga kesehatan ya Bpk..
Ada saksi-saksiNYA Yang Maha Jujur..
Tak akan ada yang sia-sia di Mata Tuhan...
“Bunga Pete”
Ku berikan padamu
Setangkai kembang pete
Tanda cinta abadi namun kere
Buang jauh-jauh impian
mulukmu
Sebab kita tak boleh bikin
uang palsu
Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi
Cinta kita cinta jalanan
Yang tegak mabuk
dipersimpangan
Cinta kita jalanan
Yang sombong menghadap
keadaan
Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera
Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera
Kuberikan padamu sebuah
batu akik
Tanda sayang bathin yang
tercekik
Rawat baik-baik walau kita
terjepit
Dari kesempatan yang
semakin sempit
(H.R)
Kamis, 29 Maret 2012
“Aku Tak Takut Meminta Karna Engkau Maha Kaya”
Yang punya “Uang Banyak” dia pun gelisah karna takut umurnya pendek
segera mati sebelum uang nya habis,,
Yang punya “Istri Cantik, Suami Ganteng ” berjalan pun tak jenak karna mereka takut ada yang menggoda dan hilang,,
Yang punya
“Kedudukan dan Pamor” makan pun tak enak karena mereka kawatir tidak bisa dinikmati dalam waktu lama,,
Dan,
Yang punya “Rumah megah, mobil mewah” pun tidur tak nyenyak ,karena mereka takud saat terjaga dalam tidur akan ada maling yang mengangkatnya!!
Lalu mana diantara semua yang paling enak dan aman ?
Orang yang enak dan aman itu orang yang tidak percaya kalimat ini!
Terimakasih sudah dibaca, sebenarnya saat menulis ini saya juga sedang takud,
Apa kamu tahu aku takud apa?
Aku takud,bagaimana jika suatu saat aku diberi kesempatan menjadi orang-orang seperti di atas :D
betapa sedihnya jika aku gak bisa makan saat suamiku tidak dirumah, kurus lah ane.
Dan bagaimana kalau aku gak bisa tidur jika tidak di atas atap rumah hanya karna takud gentingnya ilang ? :D
mudah2an aku tidak diberi kenikmatan yang menggelisahkan dan juga mengkawatirkan
Cukup Satu Rumah, Satu Mobil, Satu Suami (anak terserah nanti bapaknya) hahaha
Dan Satu Akhir Kematian yang Qusnul Khatimah Menuju Rumah Gusti Agung bersama keluarga tercinta ku
Aminn Ya Rabb..
Reynee dan yang terkasih (semuanya)...
segera mati sebelum uang nya habis,,
Yang punya “Istri Cantik, Suami Ganteng ” berjalan pun tak jenak karna mereka takut ada yang menggoda dan hilang,,
Yang punya
“Kedudukan dan Pamor” makan pun tak enak karena mereka kawatir tidak bisa dinikmati dalam waktu lama,,
Dan,
Yang punya “Rumah megah, mobil mewah” pun tidur tak nyenyak ,karena mereka takud saat terjaga dalam tidur akan ada maling yang mengangkatnya!!
Lalu mana diantara semua yang paling enak dan aman ?
Orang yang enak dan aman itu orang yang tidak percaya kalimat ini!
Terimakasih sudah dibaca, sebenarnya saat menulis ini saya juga sedang takud,
Apa kamu tahu aku takud apa?
Aku takud,bagaimana jika suatu saat aku diberi kesempatan menjadi orang-orang seperti di atas :D
betapa sedihnya jika aku gak bisa makan saat suamiku tidak dirumah, kurus lah ane.
Dan bagaimana kalau aku gak bisa tidur jika tidak di atas atap rumah hanya karna takud gentingnya ilang ? :D
mudah2an aku tidak diberi kenikmatan yang menggelisahkan dan juga mengkawatirkan
Cukup Satu Rumah, Satu Mobil, Satu Suami (anak terserah nanti bapaknya) hahaha
Dan Satu Akhir Kematian yang Qusnul Khatimah Menuju Rumah Gusti Agung bersama keluarga tercinta ku
Aminn Ya Rabb..
Reynee dan yang terkasih (semuanya)...
Rabu, 28 Maret 2012
GUSTI,
seperti kapan saja
kami para hamba
tak berada di mana-mana
melainkan di hadapan Mu jua
ini sangat sederhana
tetapi kami sering lupa
sebab mengalahkan musuh-
musuh Mu
yang kecil saja, kami tak
kuasa
GUSTI,
inilah tawanan Mu
tak berani menengadahkan
muka
mripat kami yang terbuka
telah lama menjadi buta
sebab menyia-nyiakan dirinya
dengan hanya menatap hal-
hal maya
GUSTI,
cinta kami kepada Mu tak
terperi
namun itu tak diketahui
oleh diri kami sendiri
maka tolong ajarilah kami
agar sanggup mengajari diri
sendiri
menyebut nama Mu seribu
kali sehari
karena meski hanya sehuruf
saja dari Mu
takkan tertandingi
GUSTI,
kami berkumpul disini
untuk mengukur keterbatasan kami
melontarkan beratus beribu
kata
seperti buih-buih
melayang-layang di udara
diisap kembali oleh Maha
Telinga
sehingga tinggal jiwa kami
termangu
menunggu ishlah dari Mu
agar jadi bening dan tahu
malu
GUSTI,
kami pasrah sepasrah-
pasrahnya
kami telanjang setelanjang-
telanjangnya
kami syukuri apapun
sebab rahasia Mu agung
tak ada apa-apa yang penting,
dalam hidup yang cuma sejenak ini
kecuali berlomba lari
untuk melihat telapak kaki
siapa yang paling dulu menginjak halaman rumah-Mu
GUSTI,
lihatlah,
mulut kami fasih
otak kami secerdik setan
jiwa kami luwes
bersujud bagai para malaikat-Mu
namun saksikan
adakah hidup kami mampu
begitu ?
langkah kami yang mantap
dan dungu
hasil-hasil kerja kami yang
gagah dan semu
arah mata kami yang bingung dan tertipu
akan sanggupkah melunasi
hutang kami
kepada kasih cinta penciptaan-Mu ?
GUSTI,
masa depan kami sendiri kami bakar
namun Engkau betapa amat
sabar
peradaban kami semakin hina
namun betapa Engkau
bijaksana
kelakuan kami semakin nakal
namun kebesaran Mu maha
kekal
nafsu kami semakin rakus
tapi betapa rahmat Mu tak
putus-putus
kemanusiaan kami semakin
dangkal
sehingga Engkau menjadi
terlampau mahal
GUSTI,
kamilah pesakitan
di penjara yang kami bangun sendiri
kamilah narapidana
yang tak berwajah lagi
kaki dan tangan ini kami ikat sendiri
maka hukumlah dan ampuni
kami
dan jangan biarkan terlalu
lama menanti..
:Cak Nun
seperti kapan saja
kami para hamba
tak berada di mana-mana
melainkan di hadapan Mu jua
ini sangat sederhana
tetapi kami sering lupa
sebab mengalahkan musuh-
musuh Mu
yang kecil saja, kami tak
kuasa
GUSTI,
inilah tawanan Mu
tak berani menengadahkan
muka
mripat kami yang terbuka
telah lama menjadi buta
sebab menyia-nyiakan dirinya
dengan hanya menatap hal-
hal maya
GUSTI,
cinta kami kepada Mu tak
terperi
namun itu tak diketahui
oleh diri kami sendiri
maka tolong ajarilah kami
agar sanggup mengajari diri
sendiri
menyebut nama Mu seribu
kali sehari
karena meski hanya sehuruf
saja dari Mu
takkan tertandingi
GUSTI,
kami berkumpul disini
untuk mengukur keterbatasan kami
melontarkan beratus beribu
kata
seperti buih-buih
melayang-layang di udara
diisap kembali oleh Maha
Telinga
sehingga tinggal jiwa kami
termangu
menunggu ishlah dari Mu
agar jadi bening dan tahu
malu
GUSTI,
kami pasrah sepasrah-
pasrahnya
kami telanjang setelanjang-
telanjangnya
kami syukuri apapun
sebab rahasia Mu agung
tak ada apa-apa yang penting,
dalam hidup yang cuma sejenak ini
kecuali berlomba lari
untuk melihat telapak kaki
siapa yang paling dulu menginjak halaman rumah-Mu
GUSTI,
lihatlah,
mulut kami fasih
otak kami secerdik setan
jiwa kami luwes
bersujud bagai para malaikat-Mu
namun saksikan
adakah hidup kami mampu
begitu ?
langkah kami yang mantap
dan dungu
hasil-hasil kerja kami yang
gagah dan semu
arah mata kami yang bingung dan tertipu
akan sanggupkah melunasi
hutang kami
kepada kasih cinta penciptaan-Mu ?
GUSTI,
masa depan kami sendiri kami bakar
namun Engkau betapa amat
sabar
peradaban kami semakin hina
namun betapa Engkau
bijaksana
kelakuan kami semakin nakal
namun kebesaran Mu maha
kekal
nafsu kami semakin rakus
tapi betapa rahmat Mu tak
putus-putus
kemanusiaan kami semakin
dangkal
sehingga Engkau menjadi
terlampau mahal
GUSTI,
kamilah pesakitan
di penjara yang kami bangun sendiri
kamilah narapidana
yang tak berwajah lagi
kaki dan tangan ini kami ikat sendiri
maka hukumlah dan ampuni
kami
dan jangan biarkan terlalu
lama menanti..
:Cak Nun
Senin, 12 Maret 2012
''Kakek ku lupa memberi Judul''
Hari ini aku ingat padamu,
Entah kenapa..
Entah karna aku rindu masa
kecilku yang di masa itu aku
sering mendengar nama mu saat aku dalam ayunan gendongan Nenek ku,
Pak Harto... Ya,itulah nama yang sering aku dengar saat aku bermain lumpur dipematang sawah bersama Kakek ku,,
Aku juga ingat Kakek ku paling
suka memakai kaos berwarna
Kuning yang bergambarkan
Pohon Beringin, bahkan meski
sudah banyak jahitan disana-sini kaos itupun masih slalu dipakai,,
Kakek ku bilang ini Kaos dari Pak Harto..
Sungguh,,
Waktu kecilku aku sering
mendengar tentang nama mu..
Sering melihat mu melintas di
televisi hitam putihku, kau
tersenyum di atas delman
(kendaraan kuno yg ditarik oleh kuda)
dengan melambaikan tangan,
kau tampak begitu bersahaja
dengan senyum khas dan
songkok hitam yang selalu kau kenakan di kepala mu...
Dan lagi-lagi aku mendengar
nama mu disebut,,
Pak Harto... Pak Harto,,
Dulu pula Kakek bilang padaku,Selama 32 tahun foto mu yang terpasang di dinding bambu rumahku,,kurang lebihnya itulah cerita dari kakek ku,
sebelum beliau pergi dan
menutup cerita-cerita tentang
mu saat menjadi Raja Negri ku,
Setelah Kakek ku menghadap
Sang Illah, tak lagi ku dengar
cerita tentangmu,
Aku juga sudah tak sesering dulu melihat mu muncul dilayar teve ku,
sudah jarang lagi ku lihat kau melambaikan tangan di atas
delman dengan senyum dan
songkok hitam mu.
Aku hanya melihat mu ditelevisi yang saat itu sudah dengan gambar berwarna tapi itupun kadang-kadang saja,
Sudah ganti sosok baru yang
sering ku lihat muncul dengan
senyum dan lambaian tangan
yang beda, bukan Pak Harto lagi nama yg ku dengar dari volume teve ataupun Radio ku..
Ayahku juga tak punya banyak
cerita,Tentang orang yang sering muncul diberita setiap paginya itu,,,
Hingga akhirnya aku lihat
kembali senyum dan lambaian
tangan mu, tapi kali ini kau
duduk dikursi besi,,
Kau muncul kembali dengan diiringi suara sumbang tentang PR-PR mu yang keliru,,
Aku ikut benci,
tapi aku juga cinta,
Entah aku benci ataukah aku
cinta,,atau aku diantara
keduanya,, apa aku sedih karna stelah kau tempuh sekian panjang dan berat kelas-kelasmu kau lulus dengan angka merah
Antara cinta dan benci karna
dalam cerita kakek ku dulu,
engkau pengayom negriku tapi dalam cerita orang yang
sekarang engkau korupsi ??
Kenapa tiba-tiba aku marah,,
Kenapa tiba-tiba aku mematikan televisi jika melihatmu muncul
disana,,
Kenapa,, ?
Apa karna dulu aku sering
mendengar kau dipuja-puja
Kakek ku,lantas aku kecewa saat sekarang kau diceritakan lain dari cerita Kakek ku,, ?
Kenapa orang-orang yang dulu memujamu kini banyak yang mencacimu?
Apa mereka benci padamu,,
Apa mereka kecewa, karena kau akhirnya tergelincir dalam keliru selayaknya manusia yang juga terkadang bisa khilaf dan membuat mereka tak lagi sayang padamu..
Dan ditengah ramainya cacian tentangmu aku dengar,
Aku membaca tulisan tentang
seorang yang bijak meski dia tak mengagumi mu,,
Dia bilang,
'' tak ada gading yang tak retak soeHarto,, orang kecewa dan marah padamu itu berasal dari rasa cinta kepadamu namun rasa cinta itu menumbuhkan marah
dan kecewa mana kala orang
yang dibanggakan itu
menyakitinya dan berjalan
keliru,, !''
Semenjak itu aku tak mau peduli tentang ocehan orang tentang Negeri Indah kita ini,
Negeri yang saat kau tinggal kan dalam keadaan 'kolep' bahkan 'anfal', hingga detik inipun masih 'koma' belum bangun dari tidur panjang dan keterpurukan, serta masih diramaikan cerita para Sang 'pahlawan berdasi' yang selalu mengobral janji ketentraman walaupun sebenarnya justru mereka menjadi hama dilumbung padi para petani
Sampai ketemu lagi kita
dihadapan Sang Maha Mengadili,
terimakasih ku padamu atas
sumbangsih mu pada Kakek-
nenek ku dimasa dahulu,
rasa kecewa ini tak lantas membuatku memudarkan
kenangan tentang mu,
Aku akan menyimpan kenangan cerita-cerita kakek ku bagaimana dulu perjuanganmu,
Tak akan ku kikis dengan cerita yang sekarang, karna aku tak layak mencaci mu !!
Semoga Kakek ku bertemu
dengan mu disana agar dia bisa mendengar nasehat darimu yang dulu sering dinyanyikan padaku sebagai penghantar tidurku
Satu kalimat yang hingga diusia ku yang sekarang begitu berat aku tempel kan dalam pribadiku,
''OJO DUMEH''
(jangan mentang-mentang)...
Karna semuanya bisa berbalik
dan berubah kapan saja atas
kehendak-NYA..
Pak Harto,, Pak Harto...
Entah kenapa..
Entah karna aku rindu masa
kecilku yang di masa itu aku
sering mendengar nama mu saat aku dalam ayunan gendongan Nenek ku,
Pak Harto... Ya,itulah nama yang sering aku dengar saat aku bermain lumpur dipematang sawah bersama Kakek ku,,
Aku juga ingat Kakek ku paling
suka memakai kaos berwarna
Kuning yang bergambarkan
Pohon Beringin, bahkan meski
sudah banyak jahitan disana-sini kaos itupun masih slalu dipakai,,
Kakek ku bilang ini Kaos dari Pak Harto..
Sungguh,,
Waktu kecilku aku sering
mendengar tentang nama mu..
Sering melihat mu melintas di
televisi hitam putihku, kau
tersenyum di atas delman
(kendaraan kuno yg ditarik oleh kuda)
dengan melambaikan tangan,
kau tampak begitu bersahaja
dengan senyum khas dan
songkok hitam yang selalu kau kenakan di kepala mu...
Dan lagi-lagi aku mendengar
nama mu disebut,,
Pak Harto... Pak Harto,,
Dulu pula Kakek bilang padaku,Selama 32 tahun foto mu yang terpasang di dinding bambu rumahku,,kurang lebihnya itulah cerita dari kakek ku,
sebelum beliau pergi dan
menutup cerita-cerita tentang
mu saat menjadi Raja Negri ku,
Setelah Kakek ku menghadap
Sang Illah, tak lagi ku dengar
cerita tentangmu,
Aku juga sudah tak sesering dulu melihat mu muncul dilayar teve ku,
sudah jarang lagi ku lihat kau melambaikan tangan di atas
delman dengan senyum dan
songkok hitam mu.
Aku hanya melihat mu ditelevisi yang saat itu sudah dengan gambar berwarna tapi itupun kadang-kadang saja,
Sudah ganti sosok baru yang
sering ku lihat muncul dengan
senyum dan lambaian tangan
yang beda, bukan Pak Harto lagi nama yg ku dengar dari volume teve ataupun Radio ku..
Ayahku juga tak punya banyak
cerita,Tentang orang yang sering muncul diberita setiap paginya itu,,,
Hingga akhirnya aku lihat
kembali senyum dan lambaian
tangan mu, tapi kali ini kau
duduk dikursi besi,,
Kau muncul kembali dengan diiringi suara sumbang tentang PR-PR mu yang keliru,,
Aku ikut benci,
tapi aku juga cinta,
Entah aku benci ataukah aku
cinta,,atau aku diantara
keduanya,, apa aku sedih karna stelah kau tempuh sekian panjang dan berat kelas-kelasmu kau lulus dengan angka merah
Antara cinta dan benci karna
dalam cerita kakek ku dulu,
engkau pengayom negriku tapi dalam cerita orang yang
sekarang engkau korupsi ??
Kenapa tiba-tiba aku marah,,
Kenapa tiba-tiba aku mematikan televisi jika melihatmu muncul
disana,,
Kenapa,, ?
Apa karna dulu aku sering
mendengar kau dipuja-puja
Kakek ku,lantas aku kecewa saat sekarang kau diceritakan lain dari cerita Kakek ku,, ?
Kenapa orang-orang yang dulu memujamu kini banyak yang mencacimu?
Apa mereka benci padamu,,
Apa mereka kecewa, karena kau akhirnya tergelincir dalam keliru selayaknya manusia yang juga terkadang bisa khilaf dan membuat mereka tak lagi sayang padamu..
Dan ditengah ramainya cacian tentangmu aku dengar,
Aku membaca tulisan tentang
seorang yang bijak meski dia tak mengagumi mu,,
Dia bilang,
'' tak ada gading yang tak retak soeHarto,, orang kecewa dan marah padamu itu berasal dari rasa cinta kepadamu namun rasa cinta itu menumbuhkan marah
dan kecewa mana kala orang
yang dibanggakan itu
menyakitinya dan berjalan
keliru,, !''
Semenjak itu aku tak mau peduli tentang ocehan orang tentang Negeri Indah kita ini,
Negeri yang saat kau tinggal kan dalam keadaan 'kolep' bahkan 'anfal', hingga detik inipun masih 'koma' belum bangun dari tidur panjang dan keterpurukan, serta masih diramaikan cerita para Sang 'pahlawan berdasi' yang selalu mengobral janji ketentraman walaupun sebenarnya justru mereka menjadi hama dilumbung padi para petani
Sampai ketemu lagi kita
dihadapan Sang Maha Mengadili,
terimakasih ku padamu atas
sumbangsih mu pada Kakek-
nenek ku dimasa dahulu,
rasa kecewa ini tak lantas membuatku memudarkan
kenangan tentang mu,
Aku akan menyimpan kenangan cerita-cerita kakek ku bagaimana dulu perjuanganmu,
Tak akan ku kikis dengan cerita yang sekarang, karna aku tak layak mencaci mu !!
Semoga Kakek ku bertemu
dengan mu disana agar dia bisa mendengar nasehat darimu yang dulu sering dinyanyikan padaku sebagai penghantar tidurku
Satu kalimat yang hingga diusia ku yang sekarang begitu berat aku tempel kan dalam pribadiku,
''OJO DUMEH''
(jangan mentang-mentang)...
Karna semuanya bisa berbalik
dan berubah kapan saja atas
kehendak-NYA..
Pak Harto,, Pak Harto...
Langganan:
Komentar (Atom)