Senin, 16 April 2012

“Layla and Majnun”

Ketidakpedulian yang bodoh
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu
denganmu.
Menyatu Dalam Cinta
Berpisah dari Layla, Majnun
jatuh sakit. Badan semakin
lemah, sementara suhu
badan semakin tinggi.
Para tabib menyarankan
bedah, “Sebagian darah dia
harus dikeluarkan, sehinggu
suhu badan menurun.”
Majnun menolak, “Jangan,
jangan melakukan bedah
terhadap saya.”
Para tabib pun bingung,
“Kamu takut? padahal
selama ini kamu masuk-
keluar hutan seorang diri.
Tidak takut menjadi mangsa
macan, tuyul atau binatang
buas lainnya. Lalu kenapa
takut sama pisau bedah?”
“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab
Majnun.
“Lalu, apa yang kau takuti?”
“Jangan-jangan pisau bedah
itu menyakiti Layla.”
“Menyakiti Layla? Mana bisa?
Yangn dibedah badanmu.”
“Justru itu. Layla berada di
dalam setiap bagian tubuhku.
Mereka yang berjiwa cerah
tak akan melihat perbedaan
antara aku dan Layla.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar